Puisi Mas Budhi Setyawan
Oleh : Budhi Setyawan
PADA AKHIR PEKAN
Waktu sedikit menepi
Dan memperlambat lajunya hari
Pada sekelumit akhir pekan
Untuk sejenak melupakan keterburuan
Seperti membuka ruang lebih lebar
Bagi tafsir derap hati untuk menawar
Pada ranah yang belum didatangi
Atau mengulang pada wilayah pernah tertandai
Orang-orang dilumur kecup sengat api
Yang diam-diam bersembunyi dalam diri
Dan mengatakan larik molek rayu:
Ayo, inilah saatnya kau menuju
Dunia yang menampung gelontoran pelepasan
Resahmu yang telah kumal bercendawan
Daripada kau mesti tertikam nyeri
Menahan golak yang makin duri
Maka menghamburlah mereka
Ke dalam berbagai wajah warna dan nada
Penghuni kerumunan etalase kota
Dengan isyarat kedipan mata niaga
Lalu setelah mengangsur mimpi panjang
Masih saja ada benih tanya terbawa pulang
Saat mereka kembali ke rumah dan menutup pintu
Berkembanglah resah-resah yang baru
Bekasi, 12 Maret 2016
PADA AKHIR PEKAN
Waktu sedikit menepi
Dan memperlambat lajunya hari
Pada sekelumit akhir pekan
Untuk sejenak melupakan keterburuan
Seperti membuka ruang lebih lebar
Bagi tafsir derap hati untuk menawar
Pada ranah yang belum didatangi
Atau mengulang pada wilayah pernah tertandai
Orang-orang dilumur kecup sengat api
Yang diam-diam bersembunyi dalam diri
Dan mengatakan larik molek rayu:
Ayo, inilah saatnya kau menuju
Dunia yang menampung gelontoran pelepasan
Resahmu yang telah kumal bercendawan
Daripada kau mesti tertikam nyeri
Menahan golak yang makin duri
Maka menghamburlah mereka
Ke dalam berbagai wajah warna dan nada
Penghuni kerumunan etalase kota
Dengan isyarat kedipan mata niaga
Lalu setelah mengangsur mimpi panjang
Masih saja ada benih tanya terbawa pulang
Saat mereka kembali ke rumah dan menutup pintu
Berkembanglah resah-resah yang baru
Bekasi, 12 Maret 2016
Komentar
Posting Komentar