KIDUNG GALUNGGUNG
By: Neni Nurachman & Iin Muthmainah
Angin berhembus menusuk pori punggung
Sayup jauh seolah terdengar kidung
Bersenandung ayat ayat Nya di kaki Galunggung
Berharap ridho sang Maha Agung.
Derap kaki lambat perlahan
Enggan terburu lewatkan
Gemerisik bersahutan
Berlapis desau angin juga kepak sayap berkicau
Ah,
Wangi yang sangat kukenali,
Sungguh harum
Melampaui khayalku,
Hutan pinus..
Semburat jingga menelusup
meninggalkan lengkung siang
berganti ringkih jangkrik
dia terdiaam saat aku datang
kusibak aroma pinus dikejauhan
kutatap dan kulambai
ku harus pergi kembali tanpa menyentuhnya
Angin berhembus menusuk pori punggung
Sayup jauh seolah terdengar kidung
Bersenandung ayat ayat Nya di kaki Galunggung
Berharap ridho sang Maha Agung.
Derap kaki lambat perlahan
Enggan terburu lewatkan
Gemerisik bersahutan
Berlapis desau angin juga kepak sayap berkicau
Ah,
Wangi yang sangat kukenali,
Sungguh harum
Melampaui khayalku,
Hutan pinus..
Semburat jingga menelusup
meninggalkan lengkung siang
berganti ringkih jangkrik
dia terdiaam saat aku datang
kusibak aroma pinus dikejauhan
kutatap dan kulambai
ku harus pergi kembali tanpa menyentuhnya
Komentar
Posting Komentar