Kenangan Hula-Hula
KENANGAN HULA-HULA
BY : Neni Nurachman & Iin Muthmainnah
Ku menelusuri ruang kosong,
Di keramaian,
Berselonjor bengong
Ditempat khusus kita
Kenangan melepas lelah
bercerita tak berujung
Lanjut kaki melangkah
Menuju temaram senja di pintu rumah
melangkah di lain waktu
Dengan tujuan berbeda
Tetapi kita melepas lelah ditempat yang sama
Ritual serupa
Diskusi kita selalu beda
Tetap tak bertemu ujung
Terkadang sejenak hanya menanti pujaanku datang,
Kau berlalu pulang
Pujaanmu hanya dapat datang dalam benak,
Dan sekarang kau bersamanya bahagia
Lanjut melangkah
Bahkan sempat berebut langkah
Untuk sekedar saling menghindar dari bentrokan kaki yang sengaja jail mengotori sepatu
Apalagi saat hujan turun
Bukannya berteduh malah tenggelam dalam jutaan lariknya
Berkejaran
Mengukur langkah siapa yang paling cepat
Tapi aku tak selalu sungguh sungguh untuk mendahuluimu
Tak pernah terlintas untuk meninggalkan lagkah rusuhmu
Terserah apa kata orang
Menuduhku dengan benaknya, hingga bibir² itu terarah untukku, asal jangan untukmu
Ah,
Aku hanya senang melakukannya..
Selalu senang
Bahkan jika terlewat seperti ada yang menyesakkan, khawatir
Tentu saja aku khawatir
Dengan segenap yang slalu aku saksikan
Bahkan diluar pandangku
Mata² itu slalu usil mengintaimu, mengganggumu, menghampiri basa basi tak penting
Dasar gajah!
Ya, memastikanmu aman
Dari segala sekitar
Meski sebentar atau bahkan lama menunggu
Aku tak pernah masalah dengan itu
Aku senang senang saja
Sampai aku memastikan pujaanmu datang
Hingga punggungmu menghilang
Dengannya
Kau aman
Aku tenang,
Kau benar,
Saat saat itu pujaanku hanya datang dalam benakku,
Menguatkanku tiap aku mengingatnya,
" karena jika; kita sabar meniti semua, Alloh ada diantara kita, turut menjaga abadinya cinta yang menaungi jiwa kita hingga hari akhirNya tiba"
Ah, kau benar..
Sekarang aku bersamanya
Bahagia
Perisaiku ,
Kala kau selalu jadi bayanganku
disaat aku lengah,
Ketiadaanmu membuatku keras berhati-hati
Menepis semua pandang menggoda
Tipis kubedakan antara waspada dan buruk sangka
Dari sini
Semua langkah tetap ku kisahkanperisaiku ,
kau tetap peka politik para gajah!
BY : Neni Nurachman & Iin Muthmainnah
Ku menelusuri ruang kosong,
Di keramaian,
Berselonjor bengong
Ditempat khusus kita
Kenangan melepas lelah
bercerita tak berujung
Lanjut kaki melangkah
Menuju temaram senja di pintu rumah
melangkah di lain waktu
Dengan tujuan berbeda
Tetapi kita melepas lelah ditempat yang sama
Ritual serupa
Diskusi kita selalu beda
Tetap tak bertemu ujung
Terkadang sejenak hanya menanti pujaanku datang,
Kau berlalu pulang
Pujaanmu hanya dapat datang dalam benak,
Dan sekarang kau bersamanya bahagia
Lanjut melangkah
Bahkan sempat berebut langkah
Untuk sekedar saling menghindar dari bentrokan kaki yang sengaja jail mengotori sepatu
Apalagi saat hujan turun
Bukannya berteduh malah tenggelam dalam jutaan lariknya
Berkejaran
Mengukur langkah siapa yang paling cepat
Tapi aku tak selalu sungguh sungguh untuk mendahuluimu
Tak pernah terlintas untuk meninggalkan lagkah rusuhmu
Terserah apa kata orang
Menuduhku dengan benaknya, hingga bibir² itu terarah untukku, asal jangan untukmu
Ah,
Aku hanya senang melakukannya..
Selalu senang
Bahkan jika terlewat seperti ada yang menyesakkan, khawatir
Tentu saja aku khawatir
Dengan segenap yang slalu aku saksikan
Bahkan diluar pandangku
Mata² itu slalu usil mengintaimu, mengganggumu, menghampiri basa basi tak penting
Dasar gajah!
Ya, memastikanmu aman
Dari segala sekitar
Meski sebentar atau bahkan lama menunggu
Aku tak pernah masalah dengan itu
Aku senang senang saja
Sampai aku memastikan pujaanmu datang
Hingga punggungmu menghilang
Dengannya
Kau aman
Aku tenang,
Kau benar,
Saat saat itu pujaanku hanya datang dalam benakku,
Menguatkanku tiap aku mengingatnya,
" karena jika; kita sabar meniti semua, Alloh ada diantara kita, turut menjaga abadinya cinta yang menaungi jiwa kita hingga hari akhirNya tiba"
Ah, kau benar..
Sekarang aku bersamanya
Bahagia
Perisaiku ,
Kala kau selalu jadi bayanganku
disaat aku lengah,
Ketiadaanmu membuatku keras berhati-hati
Menepis semua pandang menggoda
Tipis kubedakan antara waspada dan buruk sangka
Dari sini
Semua langkah tetap ku kisahkanperisaiku ,
kau tetap peka politik para gajah!
Komentar
Posting Komentar