Pagi

Embun berbulir
Semburat menyeruak
fajar menyingsing

pagiku di sini
Membersamai kokok ayam
Pagimu?

Kabut bergumul
Dingin
Angin tebing Ciremai

Fajar mengintip
Ombak berdebur
Pagi tepi pantai

Burung berkicau
Tangga membayang
Galunggung berselimut kabut

Klakson bersahutan
Berburu waktu
Jelang masuk kelas

Peluit nyaring
Ojek berhenti
Tilang tanpa helm

Tangan merogoh
termenug bingung
Dompet tertinggal

Dimana pagiku?

Ah, tentu
Ia selalu tangkas
Memulai hari

Melesat,
Mengantar mimpi
Menanti di tepi senja

Berawan,
Terang
Atau bahkan pekat

Selalu sempurna
Tunaikan titahNya
Tak pernah lelah

Beningnya embun
Semilir angin
Kokok ayam

Samar samar kudengar

Tak hanya pagi
Bahkan setiap kali
Begitu sehari hari

Deru mesin
Lekat ditelinga
Mengepul

Kau tahu?
Ada Bentangan kecil
Melebar

Dan lalu memanjang
Melewati akar bebatuan
Berhulu mengilir ke samudera

Adalah mahakam
Pelipurku
Ketika rindu membuncah

Pada deretan tebing
Tempat kakiku memijak
Pada ranting, kokohku menopang

Pada riuh
Gemuruh
Teduh

Harum
Rumput gemerisik
Melingkar, bergelombang

Riak yang teduh
Jernih yang kukuh
Tetap angkuh dalam teduh tertunduk
PadaNya

Adalah
Lembah dan Kawah
Galunggung

Permai..

#Berantai
Neni Nurachman
Moethmainnah Az-Zein

#InspirasiQuoteWA_Neni
#QuoteWA_Neni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Endog Lini

Ayo Bernasyiah dengan Riang Gembira

Tetap Bertahan