The Power of Target
Oleh: Neni Nurachman
Pernahkah kita menuliskan tujuan hari ini? Terlalu rumit memang jik tak biasa. Mengapa harus ditulis segala. Bisa jadi itu jawaban hati kecil kita. Jika tujuan lima atau sepuluh tahun yang akan datang? Bisa ada yang menjawab ya, bisa juga tidak.
Hidup itu mengalir saja. Tidak usah dibuat ribet. Mengalir seperti air. Seperti itulah kira-kira yang pernah saya dengar. Maksudnya tentu hidup dibuat santai. Tidak menentukan capaian, atau kata lain target. Orang bebas berpendapat. Tetapi, ada juga yang menerjemahkan peribahasa 'hidup seperti air' itu penuh makna. Mengalir dengan kekuatan dan segala sifatnya. Jika dihambat dari satu sisi, maka dengan segala kekuatannya mengalir ke arah lain. Jika dihambat dari semua penjuru, maka meluap dan membuat banjir.
Lain kepala, lain juga pendapat. Air yang fleksibel, menunjukan bahwa dalam hidup kita memiliki banyak target. Gagal target yang satu, pindah dan lakukan target lain. Target sering juga dinamai dengan impian, harapan, cita-cita dan banyak lagi istilah lain.
Target dapat menjadi acuan untuk melakukan pencapaian. Dalam segala aspek kehidupan, target baiknya dimiliki setiap orang. Target yang ditentukan dari awal, akan memacu langkah serta usaha yang maksimal.
Semakin banyak target, keinginan untuk berusaha akan semakin tinggi. Tidak hanya mengikuti visi temoat bekerja atau belajar. Kita hatus mempunyai target lebih. Misalnya, kita mendapatkan sebuah proyek, dengan target satu bulan selsai.
Alangkah baiknya kita buat target lebih cepat,isalnya selsai selama tiga pekan. Tentu kita akan mempunyai kesempatan untuk menelaah. Apakah hasil sesuai harapan, ada perbaikan atau penyempurnaan.
Namun, target sebaiknya tidak banyak dan menumpuk dalam waktu yang bersamaan. Jika target menumpuk di tanggal atau pekan atau bulan yang sama, kita akan tertekan sendiri. Bukannya menikmati dan termotivasi, bisa jadi akan depresi. Membuat target tentu disesuaikan dengan kemampuan yang kita punya. Kemapuan waktu, tenaga, pikiran dan kesempatan.
Bila kita belum bisa membuat target, kita bisa mencari dari luar. Misal bergabung dengan komunitas yang menagih hasil atau karya nyata. Menagih langkah kongkrit yang dilakukan kita. Misalnya saja, untuk merutinkan menulis, kita mencari event lomba yang biasanya memiliki deadline. Atau bergabung dengan komunitas 1m1c misalnya, yang menagih tulisan setiap pekan satu tulisan.
Jadi, target bisa dibuat sendiri atau dicari dari luar diri kita. Target dibuat sesuai dengan kondisi diri. Tidak terlalu muluk, juga tidak terlalu ringan. Semakin kita berhasil mencapai target, maka kita akan meningkatkan target di waktu selanjutnya. Kekuatan target akan memotivasi kiya berbuat dan berkarya. Tentu jika kita berdisiplin pada diri sendiri, setia padi diri sendiri dan mampu menumpas malas yang selalu menggoda.
*Sumber gambar www.google.com
Komentar
Posting Komentar