Review Buku Kiai Sableng Santri Gendeng
Kiai Sableng Santri Gendheng "jenaka tak sekedar tawa" http://menara62.com/2017/02/18/kiai-sableng-santri-gendheng-jenaka-tak-sekedar-tawa/
REVIEW BUKU
Oleh: Neni Nurachman (Nie Noor)
Judul : Kiai Sableng Santri Gendheng "jenaka tak sekedar tawa"
Penulis : Awang Surya
Penerbit : Ersa
Tahun Terbit : 2012
ISBN : 978-602-18332-1-6
Kemasan bahasa yang ringan. Tata bahasa yang baik, walau beberapa dialek bahasa jawa tercantum didalamnya. Terutama dialek Jawa
Timuran sesuai latar cerita. Ini yang menarik dari buku ini. Hal lain, menuturkan ilmu Islam terasa ringan. Hujjah jelas dan dapat diterima secara universal. Dan pembaca tidak merasa sedang belajar Ilmu Islam.
Kiai bernama Abdul Halim, yang terkenal dengan Cak Dul. Murid setianya Sukir dan Beno. Tentu banyak audiens sang Kiai. Dua orang inilah yang keseharian bersama Cak Dul. Ketiga Kiai dan Santri ini selalu mendiskusikan banyak hal. Semua peristiwa menjadi pelajaran untuk mereka bertiga. Keilmuan Cak Dul sangat mumpuni. Hingga sekecil apapun peristiwa dalam kehidupan dapat diambil ibrohnya. Sosok Cak Dul yang berilmu, dan cenderung aneh, banyak didatangi orang. Dari kampung sendiri maupun dari luar.
Nasihat yang diberikan selalu menggunakan pola yang dapat difahami oleh orang tersebut.
Cak Dul selalu mengambil pelajaran dari setiap hal yang dicurhatkan oleh orang lain kepadanya. Direnungkan dan digali serta dikaji bersama kedua santrinya. Cak Dul pun selalu menemukan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang terkait dengan eristiwa tersebut.
Hikmah yang dapat diambil dari buku ini adalah semua peristiwa akan ada pelajaran. Alloh menurunkan ilmu,ibroh untuk manusia dari segala peristiwa yang terjadi. Apapun yang mendera kita, kita harus seraya dan senantiasa memohon kepada Alloh. Baik yang menyenangkan pun yang mengecewakan.
jadi penasaran bu cerita lengkapnya,,
BalasHapus