Iteung dan Bebek Yang Tertinggal

ITEUNG DAN BEBEK YANG TERTINGGAL
OLEH : NIE_N
OOR


Hiruk pikuk mall sore itu, tetap membuat Iteung tak bergeming. Dia bertahan menatap lembar-lembar buku yang dipegangnya. Jongkok berpuluh menit. Seperempat buku yang dia baca terlampaui sudah. Ya targetnya membeli satu buku, harus selsai satu buku baca di tempat.

"Ambu, aku lapar..." Gadis mungil menjawil Iteung.

"Bentar lagi Ade, nanti ya tanggung." Iteung sedikit melirik juniornya.

" Ayolah Ambu, kita semua kelaparan." Dua suara lelaki kontras membujuk di belakang Iteung.

"Eh, Abah sama Ujang juga lapar ya?" Iteung celingukan. Dan menyimpan buku yang dia baca.
Iteung, Abah, Dede dan Ujang bergegas mencari makan siang yang sudah terlambat. Tiba di depan mall, ternyata hujan deras. Petir bersahutan. Gagal menikmati makan siang di lesehan sebrang mall.
Berempat kembali naik ke lokasi toko buku. 

"Gimana kalau makan disana aja?" Abah menunjukan jajaran kuliner sebrang toko buku, masih di dalam mall.
"Halal ga mbu?" Ade menahan langkah Iteung.
"InsyaAlloh, hayu atuh kita makan disana." Iteung dan keluarga pun mencari tempat kosong.
Iteung bergegas memesan ke jongko Bebek. Sesuai request Abah dan anak-anaknya.
"Bebek yang ini teh, empat, minuman mineralnya 2 botol." Iteung memesan menunya.
"Pakai nasi teh?" Tanya pelayan.
"Iya atuh Teh." Iteung merasa aneh. Biasanya di lesehan kalau pesan bebek atau lele ya seperangkat sama nasi, lalab, sambel, tahu dan tempe.
"semua 45ribu." Kata pelayan.
Iteung pun membayar, lalu membawa nomor meja.
"Murah ya Bah disini. Bebek empat dan minuman dua botol cuma 45ribu." Sumringah memasukan uang kembalian.
Datang sang pelayan jongko Bebek. Menyajikan satu porsi bebek penyet, lengkap. Dia berlalu dan mengambil nomor meja.
"Abah duluan makannya, mangga, nanti kelaparan." Iteng menggeser sajian bebek penyet ke hadapan Abah.
"Nanti saja biar bareng-bareng" Sahut Abah.
Lima belas menit berlalu. Kok belum juga datang bebek susulan. Mereka berempat bengong menatap sepiring menu bebek penyet di depan Abah. Kicauan perut kompak berbunyi. Membuat mereka uruy menatap bebek penyet.
"Ambu, aku mau empek-empek ah. Nungguin bebek lama banget." Ade mulai tidak kuat menahan lapar.
"Ujang juga" Ga mau kalah.
Kedua bocah seperti kembar itu beranjak. Dan memesan empek-empek. Selang lima menit pesanan Ade dan Ujang tiba. Mereka langsung menyantap,lahap.
"Abah duluan ya, lapar liat Ade dan Ujang makan empek-empek." Ahirnya abah gugur juga.
"Iya, mangga. Ambu ke sana dulu, mau nanya ke tukang bebek, kok lami pisan?" Iteung pamit meninggalkan meja.
"Teh, yang meja 16 tadi bebek nya berapa porsi ya?" Iteng sedikit kesal menyapa pelayan itu.
"Bentar ya Teh" Pelayan itu membuka nota yang tertumpuk.
"Iya, satu porsi bebek penyet, minuman dua botol, nasinya satu" Ujar pelayan itu.
Iteung termenung. "pantesan cuma 45ribu." gumam Iteung," Kalo begini ceritanya ya mahal, bukannya murah." Hatinya berjicau mendongkol.
"Teh, pesan seporsi bebek penyet lagi ya!" Ditengah kesal dan kelaparan Iteung memesan kembali menu yang sama. Dia membayarnya, lalu kembali ke meja membawa nomor hidangan.
"Kenapa Ambu?" Sapa Abah. Melihat Iteung full kusut.
"Ini tadi bebeknya cuma seporsi. Lah kok bisa ya mesen empat datang satu. Kalau gini ya ga jadi murahnya." Iteung nyerocos, cemberut.
"Eh, ga baik cemberut. Amal sholehnya ga jadi nanti. Masa nraktir mikir-mikir?" Abah menggoda Iteung.
" Mbu, Ujang ga mau ah bebek nya, udah kenyang. Ini empek-empek juga belum habis."
"Ade juga, kenyang. Ini biar dihabisin ambu aja punya Ade." Ade menggeserkan piring empek-empek.
"Aduh, ambu udah pesen bebek penyetnya, tapi satu. Tadinya buat Ade dan Ujang." Sahut Iteung.
"Hmm, sama Abah aja dihabiskannya, sini! Mubadzir ini makanan berkahnya tuh di sendokan terahir." Abah mengantrikan kedua piring empek-empek dihadapannya.
"Ini teh, silahkan" Pelayan jongko Bebek menyajikan bebek penyet, dan berlalu membawa nomor meja.
Iteung pun lahap menyantap bebek penyet. Ditonton suami dan kedua anaknya
Lupa jika dia merasa mahal membeli menu itu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Endog Lini

Ayo Bernasyiah dengan Riang Gembira

Me Time Versi 2