REVIEW BUKU : BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA
REVIEW BUKU : BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA
Oleh : Neni Nurachman
Would word be better without Islam? Jawaban inilah yang menjadi misi besar kedatangan
Hanum di belahan bumi Amerika. Beberapa rekomendasi responden dibekali Gethruld
bos nya Hanum. Hanum ditakdirkan berkesempatan pergi Loss Angles Amerika Serikat,
bersamaan dengan Rangga (suaminya). Rangga memiliki tugas untuk Konferensi ,
salah satu syarat untuk lulus Doktoral. Tugas dari dosen sekaligus atasannya.
Cerita
ini secara garis besar merupakan konfirmasi pada dunia bahwa Islam bukanlah
teroris. Islam adalah rahmatan lil alamin. Misi Hanum dan Rangga berhasil pada
detik terahir. Misi besar ini berhasil, Alloh memberikan kekompakan pada Hanum
dan Rangga. Walau jalannya terjal berliku dan penuh konflik internal antara Hanum
dan Rangga.
Beberapa
hal yang dapat dikemukakan setelah membaca novel Bulan Terbelah Di Lanmgit Amerika
(BTDLA) kemudian menonton filmnya. Terdapat beberapa hal yang berbeda dalam
penyajian dan alur cerita. Efek setelah membaca dan efek setelah menonton film berlainan. Hal yang sangat sederhana, pembaca lebih
bercucuran air mata saat membaca novel dibandingkan ketika menonton film.
Imajinasi saat membaca novel sangat terbawa alur cerita. Imajinasi antar
peristiwa membumbung sesuai daya imajinasi pembaca. Berbeda dengan saat
menonton film. Peristiwa di film dirasa kurang heroik. Lebih heroik peristiwa
di novel. Mungkin, saat menonton film imajinasi kurang berkembang. Seting
tempat dan peristiwa sudah disediakan secara visual dan audio.
Cerita
di film terlalu banyak diimprovisasi. Beerapa hal yang berbeda, mungkin alur
cerita dibalik atau dimodifikasi. Pertama, di cerita novel, Hanum dan Rangga pertama tiba dengan seabrek
bawaannya di Ground Zerro. Kesepakatan berpisah, dan di hari itu pula Hanum
terpisah dengan Rangga. Hanum dan Rangga bertemu Azima saat berkunjung di
Musium, sebelum kerusuhan terjadi. Lalu Hanum ditolong Azima saat terseok
mampir ke sebuah mesjid. Azima menolong
Hanum di mesjid itu. Azima pun membawa Hanum ke rumahnya.
Kedua, peristiwa pertemuan Azima, hanum dan Sarah
dengan Phillipus Brown bukan dari acara
televisi. Mereka diundang khusus Phillipus Brown melalui Rangga. Azima dan Sarah
bertemu beliau setelah Hanum bertemu Rangga terlebih dahulu.
Ketiga,
pemaparan Azima tentang bebeberapa konten Islam yang sangat penting tidak
banyak diceritakan dalam film. Justru temuan itulah yang dapat memberi
pengetahuan tentang kejayaan Islam. Salah satunya adalah yang menemukan Amerika
bukanlah Colombus.
Keempat,
peristiwa perdebatan Rangga denga tokoh laki-laki tua yang menurut Rangga
menyebalkan. Perdebatan Rangga denga pria itu saat di bis adalah sangat
penting.
Peristiwa-peristiwa
yang menurut pembaca penting untuk menjawab bahwa dunia akan lebih baik dengan
Islam, terlalu banyak yang dilewatkan. Ending cerita seolah kunci utama kisah
ini adalah Phillipus Brown. Meskipun memang Phillipus Brown salah satu yang melakukan
konfirmasi bagaimana tentang sosok muslim, yang bernama Abe, Suami Azzima yang
dituduh teroris selama ini. Pria ini adalah yang menolong beberapa orang saat
peristiwa bom menara kembar itu.
Peristiwa
yg dinantikan juga adegannya dalam filem adalah saat seorang nenek memarahi
berandalan pemuda mabuk di kereta api. Nenek tersebut melempari gerombolan
pemuda mabuk dengan sayuran dan belanjaannya. Peristiwa ini juga terlewatkan
dalam film. Gerutuan nenek itu mengumpat para berandalan yang memaki-maki
muslim dan muslimah di gerbong kereta.
Tokoh
dalam film, yang tidak terdapat dalam novel adalah Jasmine, pacar Steffen.
Dramatis kehamilannya. Cerita pasangan Steffen dan Jasmin ditemukan dalam novel.
Tokoh nenek Sarah sekaligis ibunya
Azima, justru hilang dalam film. Padahal salah satu fakta perubahan 360 derajat
dari ibunya Azima. Ibunya Azima lah yang
mbuat Azima menyembunyikan kemuslimahannya. Ibu Azima sangat membenci Islam dan
Abe. Jika sosok ibu Azima dimunculkan dalam film, maka bemtuk kinfirmasi bahwa
Islam bukan teroris, akan lebih kuat.
Hal
yang aneh adalah pergeseran persepsi. Setelah membaca novel, adalah bagian dari
penjelasan Azima bahwa dalam sebuah keterangan, Azima menjelaskan pada Hanum
tentang bulan terbelah. Peristiwa bulan pernah terbelah dan menurut para
astronom nampak bahwa di permukaan bulan terdapat bekas jejaknya.
Sedangkan
film menekankan bahwa makna bulan terbelah diasumsikan sebagai kondisi pasangan
Hanum dan Rangga yang bertengkar hebat di Amerika. Sehingga perpisahan terjadi
antara keduanya. Film juga menguatkan beberapa persepsi, view peristiwa. Meski
tetap di novel lebih heroik daripada film.
Film
maupun novel ini memberikan konfirmasi pada dunia. Bahwa Islam adalah pembawa
kedamaian. Dunia akan lebih baik dengan adanya Islam. Pesan dari catatan
jurnalis Hanum dan Rangga. Kisah nyata berdasarkan fakta dan petualangan
mereka. Ini bukanlah fiksi. Walaupun ditulis berupa novel dan dibuat film.
Bulan Terbelah di langit Amerika merupakan salah satu dakwah dalam bentuk lain
dari yang lain.
Komentar
Posting Komentar