KETIKA MEMEDI KONVOI KEMERDEKAAN
KETIKA MEMEDI KONVOI KEMERDEKAAN
OLEH : NENI NURACHMAN
*)Dimuat Kabar Priangan 18 Agustus 2016
Dentuman
menggelegar di langit berbaur dengan pekik heroik. Bambu runcing mengacung siap
menyerbu musuh. Ini bukan perang, tetapi keramaian yang selalu terjadi setiap
tahun. Perayaan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sekarang lebih sering disebut dengan Hari
Ulang Tahun Rebuplik Indonesia (HUTRI).
Laskar
pelajar dari setiap tingkatan berbaris rapi menggunakan seragam kebanggaan.
Para petani turun berpisah sehari dengan sawah dan ladang. Mereka memakai
pakaian kebesaran dan membawa serta hasil bumi. Para aktifis kepemudaan dengan
gagah memakai segala lencana bergerak tegap dalam shaf. Seluruh lapisan
masyarakat berbagai usia tumpah ruah ke jalan
menuju lapangan tempat upacara dilaksanakan. Hendak memperingati
kemerdekaan Negara tercinta. Itulah konvoi kemerdekaan dalam rangka peringatan
hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Keunikan
peringatan hari kemerdekaan selalu menjadi event tahunan. Setiap daerah mempunyai ciri khas
masing-masing, sesuai dengan kultur setempat dan isu yang sedang booming. Konvoi kemerdekaan antar desapun
dilombakan. Berbagai tema, adu kreativitas antar warga. Segala bentuk karya
unik pun dibuat secara gotong-royong. Jika dahulu para pejuang kompak
memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Maka kini rakyat setidaknya bergoton
royong memperjuangkan gelar juara konvoi antar desa.
Jampana, sejenis replika
rumah terbuat dari bambu berisikan aneka makanan. Terkadang berisi hasil bumi
para petani dikumpulkan dalam benda ini. Diusung oleh empat sampai enam orang.
Persembahan Jampana untuk para tamu.
Terkadang riasan makanan telah habis sebelum sampai lapangan persembahan. Jampana
ibarat bekal lapar dan dahaga para peserta konvoi.
Hal
unik yang selalu nampak, turut sertanya berbagai mahluk ghaib dalam konvoi
kemerdekaan. Apapun temanya, pasukan selalu menghadirkan sosok pocong, replika
kuntilanak, genderwo dan berbagai mahluk halus lainnya. Meskipun entah mirip
atau tidak dengan aslinya. Replika ini cenderung meniru apa yang dicitrakan
dalam sinetron atau film-film. Entah siapa pencetus yang memasukan sosok memedi
dalam konvoi kemerdekaan. Jenis apapun memedinya, ahluk konvoi jenis ini disubut
juga badawang.
Pertanyaannya,
mengapa memedi selalu turut serta dalam konvoi kemerdekaan?. Filosifi apakah
yang hendak dimunculkan dalam penampakan memedi ini? Sebagai penerus bangsa
yang cerdas, sejatinya memahami apa yang kita lakukan. Apakah ini berarti bahwa
penjajah adalah seperti memedi? Penjajah sangat menakutkan bagi bangsa ini di
jaman penjajahan. Sehingga simbolisasi untuk penjajah melalui perwujudan badawang dan memedi.
Hal
yang patut dipikirkan saat ada memedi dalam pasukan konvoi adalah psikologi
anak-anak. Mereka semakin ketakutan pada hal-hal yang tidak jelas keberadaannya.
Psikologis anak akan terganggu. Menguatnya rasa takut pada bentukan memedi ini sangat
tidak bermanfaat dan mengganggu perkembangan anak.
Sudut
pandang lain penampakan ini adalah untuk bertujuan untuk sekedar lelucon.
Harapannya agar peserta konvoi dapat terhibu. Patutkah merayakan hari
kemerdekaan dengan lelucon? Kemerdekaan ini diperjuangkan dengan pengorbanan
para pejuang. Perjuangan berdarah-darah. Perjuangan yang mengorbankan harta,
tahta, keluarga bahkan nyawa. Jika tujuannya hanya sekedar lelucon, ada baiknya
diganti dengan replika lain yang lebih bermanfaat dan menginspirasi.
Nilai kebaikan dan keburukan atas adanya penampakan
para memedi dalam konvoi sejatinya dipertimbangkan. Apabila ini hanya
memunculkan hal yang kurang baik dan bahkan jauh dari kemanfaatan. Pasukan
memedi dalam konvoi kemerdekaan hendaknya dihentikan saja. Atau secara resmi
ada pelarangan pasukan memedi diikutkan dalam konvoi kemerdekaan.
Alangkah bijaknya
pemeranan para pahlawan kemerdekaan dan pahlawan pasca kemerdekaan yang turut
dalam konvoi dimunculkan. Para tokoh inpiratif negeri ini sangat banyak. Tokoh yang
telah wafat maupun yang masih hidup. Pemunculan peran tokoh pahlawan akan lebih
banyak manfaat dan pembelajaran untuk masyarakat. Pendidikan kebangsaan secara
informal dapat dilaksanakan dalam even tahunan ini. Aksi nyata secara langsung
akan didapatkan masyarakat saat konvoi kemerdekaan.
Komentar
Posting Komentar