Postingan

HAMPA DALAM RIUH

Gambar
Oleh: Neni Nurachman "Udah dong, simpan gadgetnya. Ini saatnya tidur, istirahat dan our time nih." Ujarku manja. Hatiku sangat iri padanya. Lelaki kekar belahan jiwaku, asik mengusap dan mengelus layar androidnya. Hanya membalas rajuku dengan lirikan nakal, melempar senyuman menggoda. Walau lebih kurasakan macam ejekan tersadis. Dunia terbalik. Biasanya aku yang selalu diingatkan agar lekas mematikan android. Dia menyarankan tidak berselancar di layar gawai jelang tidur. Sehingga aku yang selalu terganggu dengan ajakan dia untuk larut dalam obrolan ringan. Ritual berbincang bahkan bersenda gurau itu wajib jelang beranjak tidur antara aku dan dia, jauh sebelum keranjingan medsos menimpaku. Juga dia. Semenjak dunia ghaib mengganggu kami, ritual itu tidak terlalu intens. Sekedar pelipur kewajiban saja. Dilakukan sembari masing-masing sibuk dengan gadget. ***** Selama empat pekan HP rusak. Padahal di pekan itu deretan deadline berbaris. Beberapa kelas online melalui WA, faceb...

Aku Selalu Bangga padamu, Mbok!

Gambar
Oleh: Neni Nurachman “Mas Danang! Mau ikut Mbokmu apa Bapak?” Setengah membentak suara lelaki paruh baya di tengah temaram lampu minyak. Anak lelaki itu menunduk. Ada getar memanas dalam dadanya. Tak kuasa ia menatap bapaknya. Apalagi menjawab pertanyaan yang tak ia fahami. Bagaimana dia harus memilih Mbok dan Bapak. Tidak bisa ia pilih salah satu. Dia makin menunduk. Tangisnya tidak pecah. Isakan dia tahan. Jika meledak tangisnya makin menjadi amarah Bapaknya. “Mbok ngak apa-apa sendiri, Le.” Perempuan itu mengusap kepalanya. Lembut. Terasa seperti dia meneguk air es teh manis saat dahaga. Anak itu melirik Mboknya. Lalu menatap ke arah lelaki yang mengajukan pertanyaan. Nanar. “Aku ikut Mbok.” Bergetar dia menjawab pertanyaan itu. “Kowe kudu melu Bapak, Le!” Bentak lelaki kurus berambut putih itu. Tanpa sempat mengemasi pakaian atau buku pelajaran. Anak lelaki itu mengikuti langkah bapaknya. Pergi meninggalkan rumah kayu. Rumah t...

Penantian Senja

Rintik menderas Bah membuncahi jalanan Pulang terhambat Petir menyambar Bak menantang sesumbar Jantung bergetar Ranting meliuk Derak gerak baraduk Pohon merunduk Tak jua reda Laju terobos senja Burai menoda Singaparna, 28 April 2017 Neni Nurachman

Jihad Kaum Fesbukiyah

Gambar
Oleh: Neni Nurachman Ada yang besenandung, yang bingung juga. Ada yang bahagia, pun yang lara. Ada yang bercerita, juga menyimak. Beribu aktifitas karya ketukan jempol terpampang di status facebook. Keluhan,  curhatan,  luapan perasaan,  hayalan,  kerinduan,  kecintaan,  bahkan lantunan do'a. Memang jamannya begini,  tak bisa mengelak.  Siapapun yang tak 'fesbukan' umumnya dianggap kuno, jadul dan sebutan lain yang mengarah ke arti kurang update, tidak kekinian. Walau alasan yang taj pernah 'fesbukan' dan atau jarang 'fesbukan' sangat beragam. 'Fesbuk' banyak madarat dari manfaatnya.  Ujar salah seorang pengguna medsos ini. Tidak salah,  karena itubyang dirasakannya. Berdasarkan pengalamannya juga. Bisa jadi beberapa ratus orang bahkan ribu beranggapan sama. Tidak sedikit orang memanfaatkan fesbuk untuk kemaksiatan,  untuk menipu orang lain, untuk mengumbar fitnah,  menyebar berita bohong dan terbentyklah opini publik ...

Apa Kabar Hati?

Gambar
Apa kabar hati? Setelah ditempa tiga pekan dengan puasa. Apakah sudah berangsur bersih?  Sebagai cerminan jiwa Cerminan ahlak Apakah engkau telah meredam semua egomu,  wahai hati? Bulan Ramadan berangsur meninggalkanmu, Apakah engkau akan mampu menahan lisan dari segala kata tak bermanfaat? Apakah pikir akan berhenti berprasangka? Apakah mata akan yertunduk dari kemaksiatan? Apakah tangan akan terhenti dari segala gibah jemari? Apakah kaki akan terhenti melangkah ke jalan yang salah? Apa kabar engkau wahai hati? Mampukah setelah idulfitri engkau mengendalikan semua jasad ini? Seperti pada bulan seribu pahala,  senantiasa mengarah pada yang haq. Mampukah engkau wahai hati? Berbagi tanpa pamrih,  seperti di hari ini? Gundahkah engkau akan meninggalkan bulan ini? Semoga gelisahmu bukan karena belum memiliki pakaian dan segala pernik untuk lebaran. Neni Nurachman Singaparna,  18 Juni 2017

Sendal Jepit Baru

Gambar
Oleh: Neni Nurachman Empat hari telah dilalui, di bulan Ramadhan ini. Segala kegiatan tahunan tentu sangat dinanti semua muslim. Termasuk di kampung tempat tinggal Keluarga Abah Iding. Ambu Itok menjadi bangun dini hari menyiapkan makan sahur. Anak-anaknya Ujang dan Ade,  kembali mengikuti pesantren ramadhan di mesjid jamie tengah kampung. Malam itu, usai tarawih di surau dekat rumahnya. Ade berbincang pada ibunya, Ambu Itok. Bercerita apa saja yang dia lajukan seharian. Terutama saat Ambu Itok belum oulang dari tempat kerja. "Bu, tau nggak? Sendal jepit Adul hilang sebelah. Jadi dia main nggak pakai sandal." Ade mulai menceritakan teman mainnya. Anak tetangga yang baru berusia 3 tahun. "Lalu?" Telisik Itok. "Tadi Ade memberi sendal ke Adul." Jawab Ade. "Sendal yang mana? Masa anak laki-laki memakai sendal perempuan. Kan nggak boleh itu." Sahut Itok. "Tadi,  Ade belikan sendal baru. Sendal jepit. Tujuh rebuan,  Mbu." Ade malanjut...

Pelangi Belah Ketupat

Gambar
Oleh: Neni Nurachman Dia tertegun,  merenung. Hatinya belum berani mengutarakan hal ini. Sepulang tarawih malam ini. Tarawih pertama dalam hidupnya, pengalaman unik,  dan tentu bulan Ramadhan pertama setelah pernikahannya. Perempuan muda itu turut tinggal bersama suaminya, di sebuah rumah mungil area perumahabun. Walau baru mengontrak. Suaminya belum tahu apa yang dia lakukan tadi di mesjid. Yuli, perempuan yang sedang kebingungan, tetap duduk, masih berfikir kata yang baik dan sopan untuk bertutur pada suaminya. Dia putuskan,  untuk membicarakan esok hari saja. Momennya kurang pas jika diobrolkan sekarang ini. Dia bergegas menuju dapur. Memasak untuk persiapan sahur pertama, di rumah ini. Seadanya dengan hidangan request sang kekasih. Biar dihangatkan nanti jelang makan sahur. Malam berlalu. Tidur perempuan muda ini tak nyenyak. Bukan hanya karena sahur malam pertama di bulan Ramadhan yang dia lalui bersama sang suami. Dia masih memikirkan kalimat yang tepat untuk be...