Jihad Kaum Fesbukiyah
Oleh: Neni Nurachman
Ada yang besenandung,
yang bingung juga.
Ada yang bahagia,
pun yang lara.
Ada yang bercerita,
juga menyimak.
Beribu aktifitas karya ketukan jempol terpampang di status facebook. Keluhan, curhatan, luapan perasaan, hayalan, kerinduan, kecintaan, bahkan lantunan do'a. Memang jamannya begini, tak bisa mengelak.
Siapapun yang tak 'fesbukan' umumnya dianggap kuno, jadul dan sebutan lain yang mengarah ke arti kurang update, tidak kekinian. Walau alasan yang taj pernah 'fesbukan' dan atau jarang 'fesbukan' sangat beragam.
'Fesbuk' banyak madarat dari manfaatnya. Ujar salah seorang pengguna medsos ini. Tidak salah, karena itubyang dirasakannya. Berdasarkan pengalamannya juga. Bisa jadi beberapa ratus orang bahkan ribu beranggapan sama.
Tidak sedikit orang memanfaatkan fesbuk untuk kemaksiatan, untuk menipu orang lain, untuk mengumbar fitnah, menyebar berita bohong dan terbentyklah opini publik fesbukiyah. Tentunya akan dibawa ke perbincangan dunia nyata. Melalui obrolan dari mulut ke mulut. Seolah kabar itu nyata dan benar.
Banyak juga kaum febukiyah menggunakan media sosial ini secara bijak. Menebar hal-hal positif. Mengajak orang lain berbuat baik. Diestafetkan informasi hingga terwujud sebuah aksi yang bermanfaat. Dapat mempersatukan manusia untuk peduli sesama. Bahkan lebih efektif karena tidak membutuhkan waktu banyak untuk menemui personal yang diajak. Hanya beberapa menit menyimak, beberapa detik mengklik lalu sebar. Responnya juga tak lama. Begitu cepat dan praktis selama ada pulsa dan kuota.
Instansi pemerintah maupun non pemerintah banyak menggunakan fesbuk debagai media informasi bahkan untuk diskusi. Tidak sedkit dimanfaatkan juga fesbuk untuk memajukan negeri ini. Berbagi ide dan gagasan. Langkah-langkah dan contoh penerapan ide dapat langsung disimak di media ini. Ini hanya adalah satu contoh saja bahwa fesbuk dapat digunakan dalam kebaikan.
Berbuat kebaikan pun berbuat kejahatan, sama-sama praktis dan efektif melalui media sosial. Tak hanya fesbuk, termasuk media sosial lainnya. Hemat tenaga, biaya juga tidak membutuhkan orang penyambung.
Efek positif atau efek negatif dari media sosial bergantung pada pengguna. Pembuat informasi, penyebar dan respon penyimak. Tidak bisa memutuskan penilaian bahwa fesbuk banyak madaratnya. Begitu juga tak bisa memutuskan fesbuk banyak manfaatnya. Kembali kepada bagaimana pelaku kaum fesbukiyah dan media sosia lain, menggunakan media ini.
Efek buruk dapat dibendung dengan hal-hal kebaikan. Langkah tercepat, kita sendiri menghiasi beranda fesbuk dengan hal yang bermanfaat dan baik dampaknya untuk pembaca. Semakin banyak mengirimkan kebaikan, semakin bagus. Abaikan jumlah penyuka atau respon emosi pembaca. Selalu niatkan membuat status fesbuk untuk kemaslahatan.
Tandai beberapa teman fesbuk. Tentu pilih teman yang satu tujuan dengan kita. Jikateman yang ditandai banyak pembaca dan penyukanya, bisa jadi akan di share atau disalin ulang kemudian di broadcast di media sosial lain.
Lebih banyak orang berbuat kebaikan di fesbuk, akan semakin baik. Langkah lanjutan, membuat komunitas. Setiap anggota wajib memposting minimal satu kebaikan atau ajakan yang bermanfaat. Tagg sesama komunitas dan juga yang belum ke yang belum tergabung.
Pembaca lebih banyak dapat dilanjutkan dengan mengubah pengaturan postingan menjadi dapat dilihat oleh publik. Orang yang tidak berteman dengan kita, dapat menikmati ide dan gagasan yang ditulis. Bahkan menyebarkan kepada orang lain. Bisa seperti MLM kebaikan.
Fahami tentang peraturan penggunaan IT. Indonesia telah memiliki undang-undang IT. Sehingga hal-hal yang tidak diperkenankan dalam regulasi itu dihindari.
Sebagai umat beragama, tentu patuh pada ajarannya. Mengajarkan kebaikan dan bagaimana adab berkomunikasi dengan orang lain secara baik. Apa yang disampaikan melalui tulisan mengandung nilai yang mendorong orang lain berbuat bijak.
Apabila jita beranggapan keburukan dan kejahatan dapat merajalela melalui fesbuk. Bukan berarti harus diam dan menghilang dari fesbuk. Justru kita harus melawan semampu diri. Bukan dengan berdebat. Posting saja debanyak-banyaknya hal yang benar. Ajak orang lain untuk melakukan hal serupa. Sehingga fesbuk didominasi dengan nilai-nilai luhur. Setidaknya hal negatif terkalahkan secara kuantitatif di beranda fesbuk. Jika kita diam bahkan menghilang, lantas siapa lagi yang melawan keburkan dan ketidak benaran itu?
Yuk semangat berbagi dan menebarkan konten positif :)
BalasHapusWaw, semoga postingan ini bisa menjadi reminder para pengguna facebook agar bisa menggunakan facebook dengan baik dan benar
BalasHapus