Postingan

Dilema

Ke kanan satu Menjemput cita-cita Meraih mimpi Ke kiri satu Berjumpa dengan cinta Berbahagia Diri termenung Memutuskan pilihan Aku dilema Tangan melambai Menyapa kerumunan Senyum tersungging Pelan mengangguk Menunduk raut sendu Hati mengaduh Diri termenung Memutuskan pilihan Aku dilema Rawa,1 April 2017 Neni Nurachman

Pagi

Embun berbulir Semburat menyeruak fajar menyingsing pagiku di sini Membersamai kokok ayam Pagimu? Kabut bergumul Dingin Angin tebing Ciremai Fajar mengintip Ombak berdebur Pagi tepi pantai Burung berkicau Tangga membayang Galunggung berselimut kabut Klakson bersahutan Berburu waktu Jelang masuk kelas Peluit nyaring Ojek berhenti Tilang tanpa helm Tangan merogoh termenug bingung Dompet tertinggal Dimana pagiku? Ah, tentu Ia selalu tangkas Memulai hari Melesat, Mengantar mimpi Menanti di tepi senja Berawan, Terang Atau bahkan pekat Selalu sempurna Tunaikan titahNya Tak pernah lelah Beningnya embun Semilir angin Kokok ayam Samar samar kudengar Tak hanya pagi Bahkan setiap kali Begitu sehari hari Deru mesin Lekat ditelinga Mengepul Kau tahu? Ada Bentangan kecil Melebar Dan lalu memanjang Melewati akar bebatuan Berhulu mengilir ke samudera Adalah mahakam Pelipurku Ketika rindu membuncah Pada deretan tebing Tempat kakiku memijak Pada ...

Sinopsis Pelangi di Langit Selatan

Gambar
Bagaimana perjalanan mengejar cita-cita sehingga bisa mendapat tugas belajar di luar negeri? Apa yang telah dialami dan apa yang telah didapatkan selama tugas belajar itu? Dalam buku ini diceritakan pengalaman guru Jawa Barat yang mendapat tugas belajar selama 3 minggu di sekolah-sekolah Australia Selatan. Perjuangannya untuk lolos seleksi dan terpilih sebagai peserta. Catatan-catatan menakjubkan saat terlibat dalam dinamika sistem pendidikan dan budaya masyarakat Australia yang berbeda dengan Indonesia. Hal-hal seru dan berkesan selama tinggal dengan warga lokal. Pembaca dapat mengambil hikmah dan ilham atau ide baru dengan membaca buku ini. Banyak hal yang ditemukan oleh para guru peserta program tigas belajar di Australia untuk diterapkan menjadi kebijakan dan kegiatan pembelajaran di kelas atau sekolah kita. Selamat memesan dan membaca...

Kabut Senja

Kabut Senja Oleh: Neni Nurachman Rimbun menutupi cahaya Berlapis kabut menyeruakan dingin Meski tanpa rintik terjatuh Beduk magrib belum ditabuh Pelita segera menolong indra penglihat Sesekali semburat jingga menerobos arakan awan Tigaratus kali ku lewati Sebanyak itu pula diri menanti Dibatas hari Hati berdegup berwujud sendu Kala kain tanpa noda menjadi pakaianmu Kelak akan menjadi pakaianku juga Membersamaimu kelak di surga Nya Adalah asa kita. #Puisi_WA_Neni Rawa, 26 Maret 2017

Terima Kasih

Oleh: Neni Nurachman Sekedar belajar menata kata Menyusun dan merangkai Dipadukan dengan suara tanpa nada Berbagi kabar berguna Semua penjuru ada salah, menuju raga Pikir tak sempurna walau tetap berucap jua Aku bukan angka sempurna Insan berjuta asa Memiliki nol koma bisa Bermimpi berbagi Bercita menjulang dalam keterbatasan karsa Aku hanya punya itu Terima kasih telah menyempurnakan kata, kalimat dan bahasa meski kau hanya membisikannya dan itu pun kepada orang lain Bukankah kau tahu? Bahwa aku masih memiliki kedua telinga yang dapat mendengarkanmu. *** #Puisi_WA_Neni Neni Nurachman Mageung, 26 Maret 2017

Pelangi Rasa

Gambar
Oleh: Neni Nurachman. Gemercik rintik hujan belum juga berhenti, hingga selarut ini. Tumbukan tetes air hujan di genting bersahutan. Aku terus berkutat dengan lembaran analisis tugas praktikum. Jengah, tetapi terus kunikmati kesahaduan irama hujan,  berbaur dengan alunan musik klasik. Handphone berkelip berulangkali, aku abaikan hanya dilirik saja.Target laporan praktikum selsai pukul 23.00 WIB. Kumandang adzan shubuh membangunkanku. Aku terpana melihat lembar-lembar yang belum tertata rapi, kusut dan sedikit berantakan. Aku pulas seusai merampungkan laporan. Aku lekas merapikan dan menjilid alakadarnya,lalu bergegas untuk sholat. Hari ini cukup padat perkuliahan.Jelang UAS, makin menumpuk tugas Semua ingin segera libur, lumayan panjang hingga kelak awal september. Kerinduan kampung halaman nan hijau nun jauh di kaki gunung Galunggung. Rindu ritual meniti ketebalan pasir menuju puncak. Rindu menelusuri semak belukar lalu meluncur,  dari puncak menuju dasar menyentuh air kaw...

Rantai Rasa

Binar melalui celah sempit sudut matamu Beradu, hingga terpana Berjuta degup di dadamu terhenti Bukan untukmu Sesekali kau telusur bulat mataku Terpancar utuh dari kedua bola matamu Hanya untukku Tak kau hirau Walau binarku tak kuberi Tetap kau memaku Dalam rajut rindu Walau kau tahu Hanya dia yang mampu membuatku hanyut Melebur dalam gebu nan syahdu Tempat beradu Bahagaia pun pilu Bersamanya ku memadu rindu *** Rawa, 22 Maret 2017 Neni Nurachman